HAMPA
Menyeringai desahnya aksara sunyi
Dalam bias cahaya yang meredup
Terjegal sepi
Bersama semayup angin lalu
Seraya menyelimuti hati...
Peraduan malam hanya biaskan awan - awan yang menghitam
Mengheningkan putaran waktu yang terus berlari menjauh
Malampun tertunduk dalam renungan
Sepi...
Dengan jejal angan yang bergelimpangan
Tak terarah...
Selaksa gundah menjadi teman
Teraniaya...
Dalam pusaran waktu yang panjang
Kesendirian
Dikesunyiannya jiwa
bimosetya_hampa
MALAMKU BISU
Ketika malam berujar tentang sayang
Dan malam harus berucap ikhlas
Atau malam hanya menyakiti hati
Jemu dengan jejak - jejakku
Mungkin kata hanya akan mederai tangis dengan kalimat yang berjatuhan...
Sesajak kembali terdiam
Luruh terbawa badai bayu yang menerpa jiwa
Seperti jejakku malam ini...
Yang sepi dengan bayangan indah yang mulai pudar
Tak berbintang..
Malam pun menggulita sunyi
Sepi seraya menghantui malam
Dengan dingin embun menusuk pedih
Membisu...
Malam hanya diam
Seraya memandangku sinis
Dengan ikhlas yang harus berucap
Atau malamku harus diam
Terdiam...
Memeluk dingin
Bersama bisunya malam yang tak mau lagi memaafkan
Rindu hanya sebatas mimpi
Hanya akan menjadi mimpi
Ketika malam tak lagi menjawabnya
Maafkan…
#bimosetya
" MALAMKU BISU"
RAHASIA SEPI
Mungkin semua akan menjadi rahasia
Menghentikan kata dalam kalimat
Dalam ribuan kisah yang pajang
Terpikul beban nestapa
Bersama nyanyian- nyanyian malam yang pilu
Merengkuh jiwa yang telah sepi
Dengan gumpalan awan yang menghitam kelam
Terpedaya...
Aku tak sanggup...
Atau kata biarkan menderai matanya
Biarlah menjadi rahasia
Kalimat pun murung menyendiri
MEMELUK MALAM
Ketika malam menyapa mesra
Dalam kerlingan gemintang malam nan indah
Malampun tersenyum...
Bersama kehangatan
Seraya menyambut memberi keindahan
Penuh kemesraan
Dengan lukisan pesona langit
Adalah tatapanmu...
Yang mendakapku dengan eratnya
Melarutkan kedalam mimpi-mimpi rindu
Tentangmu...
Dan menjadi selimutnya
Menyanyikan tembang jiwa yang indah
Seperti malam ini...
Yang menyapa dengan mesranya
Memeluk dengan jiwanya
KECUPAN RINDU
Disesuatu yang indah dan terindah kumenyapa rindumu
Bersama untaian manja
Dengan ukiran kemesraan
Seperti malam kemaren
Lewat celah jendela hati, engkau mencumbu rindu
Disemilir angin yang mendesah hangat
Menyelimuti dingin...
Dan senyum memecah hening
Merujuk rindu tentangmu
Malam ini...
Disesuatu yang indah dan terindah kusapa malamku
Lalu dikecupnya manja untukmu...
Bimosetya
"KECUPAN RINDU"
SEPI YANG MERINDANG
Dengan akar - akarnya yang mencengkram kuat kerinduan
Menyapa angin semilir
Mengharap...
Namun terasing sepi dirindangnya keindahan
Reranting rindu menderai berjatuhan gugur
Risau resahpun bergumam dibatang waktu
Hayal indah luruh dari pandangan
Terdiam...
Terpaku...
Sendiri diranah sunyi
Dengan daun - daun yang telah mulai menguning
Lalu kering.
Sepi yang merindang
Bimosetya
RISALAH MALAM
Bertandang kehatimu...
Dan malam menyampaikan risalahnya,
Tentangmu...
Ketika mimpi memeluk bayangan itu
Berselimut hangatnya malam
Menggoda dalam senyum temaram
Ungkapkan segala resahnya
Dalam taburan nada rindu
Seiring tatapan esok dengan senyumnya
Bertandang kehatimu...
Adalah pesona malam yang ingin kujelma nyata
Dengan bulir sewangi rindu mendendang lantunan syahdu iramanya hati
Disampaikanya perasaan malam
Dan masih tentangmu...
Senyuman itu
Yang nampak indah menyapa malamku
Karena malampun ingin mentahtakan risalah hati
Untukmu...
Tetap masih untukmu
Sang pemilik hati...
#bimosetya
"RISALAH MALAM"
RINDUKU
Angin malam menerpa dedaun rindu
Gemerising daun kering seraya mengalunkan melodi alam
Menyampaikan desahnya malam
Bersama geliat liuk pepohon jiwa
Dengan bulan mengintip syahdu dicelah dedaunan
Bintang pun tersenyum manis
Menyambangi malamku
Memberi warna warninya kehidupan
Mencipta nada - nada indah
Dalam rimbun nya pohon - pohon kerinduan
#bimosetya
"RINDUKU"
SAPAKU
Berikan kuwaktu 5 menit untuk menyapa
Ingin kusampaikan rinduku tentangmu
Bersama torehan bait - bait syahdu
Dalam desir alunan kidung jiwa disesajakku
Meluahkan rasa
Ditaliannya asmara
Dengan cayaha pelangi memberi warna
Ketika sesajak menyampaikan rindu
Aksara menari senada merdu suara jiwa
Senyuman adalah sapaku
Mendakapimu adalah anugerahku
Kumain kan romatika keindahan
Memagut jiwa dalam sejoli
Menepis sepi
Dan menyapamu adalah mimpi indahku
Untukmu
#bimosetya
"SAPAKU"
SEJENAK BERCERMIN
Dan senjapun menyambangi
Malam mulai duduk diperaduan
Temaram berlahan sunyi
Sepi...
Tak ubahnya sebuah mercusuar
Sendiri, berdiri diantara deru gelombang
Angin menghentak ombak
Berkejaran bergulung kedaratan
Sejenak kemudian terhempas ketepian
Mengalun ritmis dan mistis
Seperti sampan, yang terombang - ambing ditengah samudera
Mencari kemana arah kan dituju
Hamparan birunya samudera tak ubahnya ruang tanpa dimensi
Memandang mata garis tak bertepi
Merasa kecil..
Tak berdaya
Sepi...
Sendiri
Hanya berpasrah berserah diri
Kuasa Tuhan diatas segalanya...
#bimosetya
Epilog
" SEJENAK BERCERMIN"
MERADANG
Terkoyak, cabik merentang
Buncah lara merobek malam
Jidat benjol,pikiran nanar
Otak lesu menukil resah
Meradang sepi...
Bertengger emosi
Bersama waktu yang mulai terkotak - kotak
Senyap tak terjawab
Kepayahan....
#bimosetya
"MERADANG"
RINDU YANG TERHEMPAS
Dihempas senyum lalu
Beranjak lari mengejar rindu
Terbungkam...
Tak bermasyuk
Dalam gontai menapaki jejaknya malam
Bersama peristiwa selaksa nada
Resah dibait yang sepi
Waktu berlalu sunyi
Dan rindu menjadi bayangan
Terdiam...
Menghilang
#bimosetya
"RINDU YANG TERHEMPAS"
AKSARA SEPI
Ketika aku meratapi sepiku
Dalam desir - desirnya waktu
Membisu...
Dikebekuannya jiwa
Kelu...
Dan dilampiasnya sebuah aksara
Diantara rentang mimpi dan rasaku
Terpaku...
Malam keheningan
Aksara merasuk nadi dalam sepi
Terdiam
Menepiskan keramaian
Terlelap dirima alunan kesepian
Sunyi...
Karena aku menghayati disetiap sepi - sepiku
#bimosetya
"AKSARA SEPIKU"
RINDUMU
Terbawa semilirnya angin syahdu
Yang merentang dihamparan alam maya
Bersama lukisan - lukisan indahnya
Terlupakan...
Sudahlah
Malam telah memberiku jawaban
Tentang arti rindumu
Sebatas penggoda saat malam memainkan sepinya
Saat jiwa mulai merasa dengan teduhnya
Atau malam ingin mengajakku bermain
Dengan luka didalam palung jiwa
Kecewa...
Temankku adalah sepi
Dan malam adalah selimutku
Atai derai gelisah akan menjadi lenamu
Lupakan...
Biarkan sepi menyetubuhiku
Tanpa gemerlapnya bintang
Dalam sendiri bertapa sunyi
Biarkan rindumu tetap menjadi rindumu
Yang engkau tepikan didalam aksara kasih
Bersama deburan jiwa yang melantun dibebait rindu
Untuknya...
GUBUKKU
Bertandanglah kegubukku sekali waktumu
Kan kutaburkan sewangi harumnya bunga mawar merahku
Sebagai buah tangan untukmu
Bertandanglah sekali waktumu
Aku disini rindu akan kehadiranmu
#bimosetya
"GUBUKKU"
SYAIR KEHIDUPAN
Dalam kisah - kisahnya kehidupan
Ketika telaga yang kering akan airnya
Memperkosa akan artinya rasa
Jengah...!!!
Didasarnya llukisan jiwa
Terbelenggu distrata penceritraan
Dengan pikiran - pikiran yang nanar
Bersama bayang - bayang telanjang
Yang hilang ditelan samar
Sunyi...
Terjungkir pada selembar malam
Dengan jemari memainkan sayup - sayupnya aksara
Dihamparannya cakrawala
Membentangkan malam
Diladang - ladang kehidupan
Jemu...
Memuakan...
Hanya aksara yang terlintas dikepala, jidat dan otak
Namun awan menutupnya dengan hujan...
"SYAIR KEHIDUPAN"
DIAM MENCARI ARTI
Memanjakan jiwa
Menikmati sepi
Meredam buncahnya rindu
Bersama deburnya pesona malam
Melenakan mata
Membuai mimpi - mimpi manis
Namunku hanya diam
Dan terdiam
Maya, kaku dan semu
Dan mimpi hanya akan menjadi nafsu tanpa arti
Tak berarti...
Karena malam terus menggoda
Aku terdiam
Dan sepi memuncak dipuncak ubun - ubun
Sendiri
Bertapa sepi
Menikmati kesunyian
Dalam rima alunan syair - syair suci
Malam ini, dikesendirian
Diam sejenak
Menikmati sepi
Memaknai jiwa dalam teduhnya hati
Disesungguhnya alam kehidupan
#bimosetya
"DIAM MENCARI ARTI"#bimosetya
SAMAR BAYANGAN
Lalu terkesima oleh celoteh - celoteh manisnya
Terlena...
Diranah mimpi - mimpi yang tersamarkan
Menghanyutkan...
Atau akan berujung dalam mimpi yang menyakitkan
Maya..
#bimosetya
"SAMAR BAYANGAN"